Heritage Details

OVERVIEW

  • Place Type Houses / Settlements
  • Place Sub Type Houses & Settlements
  • Location Maluku
  • Place Status Private
  • Renovation Status Original
  • Architecture
    Category Classic
  • Established1927
  • Source PDA

1927

Classic

Rumah Pengasingan Banda

Banda Neira, Kepulauan Banda, Maluku, , Maluku

Banda adalah sebuah kota kecil di Pulau Neira, ter- masuk dalam gugusan Kepulauan Banda yang terletak di sebelah Tenggara Maluku. Walaupun kecil, kota ini sudah terkenal sejak beberapa abad yang lalu. Berawal dari misi pencarian sumber rempah-rempah oleh beberapa bangsa Eropa pada abad XVI. Hingga akhirnya mereka berhasil menancapkan kukunya untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah hingga lebih dari satu abad.
Kota kecil ini menyimpan banyak bangunan peninggalan dari masa keemasan rempah-rempah tersebut. Beberapa benteng yang masih berdiri tegak dan bangunan-bangunan lain turut menjadi bukti dari masa tersebut.
Beberapa bangunan rumah tinggal berlanggam arsitektur Hindia (Indische Woonhuis) terdapat di kawasan lama kota ini. Beberapa dari rumah-rumah tersebut memiliki arti penting bagi perjalanan sejarah bangsa. Terdapat empat rumah yang pernah digunakan sebagai rumah tinggal tokoh-tokoh kemerdekaan Indonesia dalam masa pengasingan mereka di pulau ini. Sutan Syahrir, Mohammad Hatta, Dr. Cipto Mangunkusumo dan Iwa Kusuma Sumantri pernah menempati rumah-rumah bergaya Hindia tersebut dalam masa pembuangan mereka antara tahun 1927 - 1942.Keempat rumah tersebut tampak simetris dilihat dari arah depan, memiliki teras depan yang lebar, dinaungi atap yang disangga oleh sederet kolom. Permukaan lantai bangunan terletak tinggi di atas tanah. Semua ini adalah ciri-ciri arsitektur Rumah Hindia yang merupakan perpaduan dari arsitektur Neo Klasik (Barat) dengan iklim lokal. Rumah- rumah dengan gaya arsitektur tersebut biasanya mempunyai denah simetris dengan ruang penghubung yang terletak di tengah bangunan. Atap rumah dibuat tidak terlalu tinggi dan lantai bangunan dibuat tinggi diatas tanah. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga proporsi bangunan—hal yang penting dalam kaidah arsitektur neo klasik


GENERAL AMENTITIES

Hotels Restaurant Public Transportation Parking

OFFICIAL PARTNER

SPONSOR

ARCHITECTURE HERITAGE COPYRIGHT 2018